"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Monday, May 19, 2008

Senyum Itu


kau punya tubuh lain
setipis gerimis
membasahi setiap aku telentang di mukamu
entah warna apa berseragam jadi satu
memisah dari gelegak kediaman kita

tubuh lainmu senyum itu
mengganggu separuh usiaku
dengan ragu-ragu


CM, 19 Mei 2008


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik TRP, Harian Analisa (Medan), tanggal 31 Agustus 2008

Tuesday, May 13, 2008

Aku Menuju Padamu /2/


di permukaan altar kuletakkan jawabku
kubayangkan kau di balik tirai
seperti gemunung pagi memunculkan anak mentari yang emas-emas manis
bersemi mulai dari kakiku
berbunga sampai kepada kukuku
akhir percakapan rindu yang tidak terlukiskan sejarah

kau mahkotaku, sayang
kunikahkan kau di atas kerajaanku
di antara ribuan derap kuda
dan kelopak berpilin-pilin dalam lautanku

besok, aku akan memetik rambutmu
menjadi lagu


CM, 13 Mei 2008


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik TRP, Harian Analisa (Medan), tanggal 07 Desember 2008

Saturday, May 10, 2008

Aku Menuju Padamu /1/


kurasakan cukup panjang siang ini
mabuk di peluk mekar matamu
tidurku melayang di ombak
gila, terkadang hilang-lupa semua
seperti apa lagi gerangan suasana pelabuhan besok

itu mimpi!

jika musim ini telah berakhir
akan ada angin lain meniup di sini
bersama nyanyian-nyanyian manja kanak
jua lagu desir, lagu puja yang kupatuk ke dadamu
sejak dulu

tiba saatnya prajurit benteng menjelang pelabuhan terakhir
dengan bunga-bunga dari jariku kulentikkan jarimu
dengan sinar-binar dari mataku kekedipkan matamu
aku akan berjalan dari perbatasan
menuju rumahmu

itu kini!


CM, 10 Mei 2008


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik TRP, Harian Analisa (Medan), tanggal 02 November 2008