"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Friday, April 24, 2009

Sajak Pertunangan


pandanglah aku seperti kau sedang memandang wajahmu
kita tidak lagi saling berkejaran seperti dulu
ada sebentang jalan yang menuliskan dua nama
menjadi satu bait cerita
tapi belum berjudul, sayang

masih, rindu terkikir pada suatu sudut mimpi
tentang kita yang sekarang
dengan sepasang perahu tak bertuan
jarak selalu saja ditasbihkan sebelum sampai perbatasan
seolah-olah pertunangan adalah bahasa musim
agar tetap terjaga dalam rapal doamu

menurut cinta laut tidaklah bergoyang
sementara di setiap dedah dan dekap
kita masih terus mencari-cari
makna tentang rahasia


CM, 24 April 2009


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik Cerpen & Puisi, Harian Analisa (Medan), tanggal 28 September 2011

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com