"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Saturday, March 10, 2007

Cinta Putih


aku ingin seperti merak tanpa ekor namun tetap bahagia
bercintaan dengan tiada sesuatu di mata
kudapat hangat tanpa memimpikan bara

jikapun padaku bermekaran garis-garis luka
pikirkan itu darah tidak menjadi lukisan tangan
atau panas semarak matahari
tetapi sebagai sungai yang ceria
mengantar debur padamu tanpa melalui jembatan

cinta ini semudah lurus saja pantai kepada laut
cukup perkasa sang kabar yang tersebut
aku menginginkanmu dengan tiada gula-bunga yang tampak di akhir jemput


TII, 10 Maret 2007


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik Rebana, Harian Analisa (Medan), tanggal 28 Oktober 2007

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com