"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Tuesday, August 28, 2007

Rahasia Surga


cinta tidak pernah bersisian dengan perbatasan
atau kelelapan sunyi pedalaman
kau telah menikahi takdirku
maka gerbong hari akan berkecak pada derajat baru
di laut-wajah lain—bukan wajahku
di binar mata pingin—bukan rayuku

lekatlah padaku dan dekap pakai mabuk
supaya kau tahu dalam pelukan kita
surga tidak berjarak terlalu muluk
di sini, di tempat ini satu saja:
            surga berada di tengah-tengah
            antara perempuan dan pria


TII, 28 Agustus 2007


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik TRP, Harian Analisa (Medan), tanggal 07 Oktober 2007

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com