"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Saturday, October 2, 2010

Aku dan Perempuan /1/


aku berpikir-pikir tentang maksud perempuan menasbihkan jerejak
pelik-lirik itu terkadang seperti riak yang menyeruak
bersama kata-kata pecandu
menggadiskan gelak-bahak demi mengelabui rindu
berkali-kali, hingga lelaki telat menafsirkan pilu
karena salah bercinta dengan riwayat palsu

pejantan yang sesenggukan
bukan lagi sebuah kisah segan
sebab siapa gerangan yang mampu melarang
gerimis yang suka tiba-tiba lantang di belakang kenang

aku lelah menggambar perempuan
kukira cantik-lentik itu
sama dengan beribu pesan
menikung juga ke dadamu

di antara huruf-huruf namaku
tiada lagi kutanda barang sebuah wajah
selama rahasia masih berkisar antara doa dan rayu
perempuan tetap adalah sejarah yang basah

Aku melangkah...


CMD, 02 Oktober 2010


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik Rebana, Harian Analisa (Medan), tanggal 09 Oktober 2011

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com