"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Monday, October 4, 2010

Aku dan Perempuan /2/



layaknya burung yang jauh dari dedesing
aku ingin setenang masa kecilku
berguling saja walau tak penting
meski dengan luka muda di siku

sesekali sepi memang mesti membatasi janji
agar perempuan tetap tertulis di pucuk mimpi
sebagaimana mereka tidak pernah sungguh-sungguh menerjemahkan lelaki

aku dan perempuan adalah sepasang luka yang berlainan
sampai nanti di muara waktu
akan ada alasan untuk sebuah pertemuan
sehangat kamar haru, ruang di mana perempuan lebih suci dari kelakar rindu

Aku yang tahu...


CMD, 04 Oktober 2010


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik Rebana, Harian Analisa (Medan), tanggal 09 Oktober 2011

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com