"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Monday, September 27, 2010

Sebuah Monolog /1/


rasa ini masih persis sama
serumit bait selamat malam yang lindap
tanpa berita
bisik-bisik tua menjadi kelebihan makna
sampai hujan menghabiskan dinginnya
dia tetap berada di tengah-tengah rahasia

ketahuilah,
aku sedang menunggak sebuah rindu
di luar kata-kata


CMD, 27 September 2010


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik TRP, Harian Analisa (Medan), tanggal 09 Januari 2011

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com