"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Thursday, January 19, 2012

Lelaki yang Berada Antara Waktu dan Rahasia



dia lalu berada kembali
tetap sebagai lelaki, tapi dengan wajah yang kini lain
juga langkah yang mendingin, berjarak setapak-setapak saja sejauh apa dia ingin

dia mulai jenuh menjadi lelaki yang terlalu mudah merasa
waktu hanya seperti angin yang sementara
sehabis menipu semudah itu pula pergi
sementara dia belum sempat berpaling ke mana-mana
sudah tersesat lagi

kini dia mengerti, dan berkali-kali lipat lebihnya dia hati-hati
pada usia yang baru-baru mulai tinggi
ada beratus-ratus mimpi masih berjaga
bertanya pada rahasia: siapa lagi berani peduli, kalau bukan satu-satunya dia

hidup pasti meredup, sebagaimana dia akan sakit dan menelungkup
sebelum akhirnya tercengang
bahwa setiap perbatasan adalah begitu dekat
dengan bermacam rasa dan peristiwa

senja itu biarlah menguning dengan sendirinya
sebab tidak ada bedanya terlalu peka dengan berpura-pura buta
kalau ada yang tidak pernah bisa diingat
dan ralat
dari lamunan kanaknya

ah, semua mimpi sama saja, mengarang makna sesuka-sukanya
seperti lelaki itu, yang sudah menganggap dirinya adalah keturunan rahasia
lelaki yang telah dikelabui oleh segala kerut-kecut dunia
termasuk gerimis-manis yang nekat mendusta begitu fana

Lelaki itu aku!


Medan, 19 Januari 2012


* puisi ini pernah dimuat di Rubrik Rebana, Harian Analisa (Medan), tanggal 18 Februari 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com