"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Saturday, March 24, 2012

Di Lau Kawar Dua Kisah Masih Menghampar



            tidak sekarang tentu…

kau cukup kukenang
lewat lintang danau yang pukang
dan anggrek rawa yang kuterawang

kuserap kelopak letih, sisi poros putik yang pasi
serta setangkup atap lapak tenda pengungsi
yang paling mengerti kerucut jeri seorang lelaki

ruam malam masih mengincar suar bulan yang sepadan
meski bulatnya setengah cacat, tercebur arakan awan
pertanda kerawanan diri, dirundung ruh yang seliweran

mengapa sungguh jauh lau kawar
dari kesiur detar seremoni kisah yang menghampar?

sepasang senda-tawa bebas
melintas dengan eros yang deras
menggetas erosi hati yang kandas
ini bias segara yang walau beranjak tua
tapi tak jua-jua berasa
pupur kabut mengucur kian maya, semakin tanpa tanda

lebih baik kusaji saja doa, merapal kapal tiba
sebelum fajar yang bengal, gagal menggubah gairah jadi geriap pesona
menuju cinta yang mendunia

jika nanti—di hisapan hening—dapat kau sadap suara belingsatan lengking
ceraplah, itu celetuk jantungku, sedang menggarap kicau pancing
agar kau, kujemput dalam pukau
kuberai serupa musa di teberau
menjelma tubuh baru
lebam lama pun berlalu

            tidak sekarang tentu…


Lau Kawar, 24 Maret 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com