"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Thursday, September 6, 2012

Puisi yang Kutulis di Hadapan Kekasih



Biarkan aku berpuisi di tepi rajutan hatimu, kekasih
selama angin melintang dan aku bersemi sebagai lelaki pemintal kenang

Puisi adalah hasrat inti yang melantunkan nada-nada gelagat jiwa
yang merdu dan meneduhkan kolam-kolam penghayat rahasia

Puisiku harum semerbak mengungkap rona makna
yang menuntunmu sadar betapa aku tulus merangkap kekasih dan pengisah cinta.
Ayatnya sesyahdu bintang subuh tiap kaurengkuh
rimanya selentik kisi-kisi gerimis melangkahi kemayaan derita

Timang majasnya, juga gurat diksinya
Akan kautemukan ricik bunyi berdecap-decap di tengah telaga kata

Kekasih tabah sesuci curahan puisi
yang kian ke dasar kian sabar membersit denting-denting perindang mimpi

Segala gelut desah akan menuju bekal abadi
jauh di luar batas kurun seni:
menyisihkan yang sunyi
mengusulkan yang sejati


Medan, 06 September 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com