"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Friday, September 21, 2012

Sajak Hujan untuk Kekasihku



Langit sedang gelisah, kekasih. Disiarkannya hujan melampaui permukaan malam, bersama pelintir petir dan kelojot kilat yang berselisih kodrat kandungan dukanya.”

*

Sungguh,
di tengah rintik hujan yang kian berlinang
aku pun rindu dikepung oleh pelukanmu yang matang
wahai kekasih yang tersayang

Pelukanmu menawar kesejukan batin yang ditinggalkan ampas hujan
serta sisa-sisa cahaya kilat yang berkejang-kejang

Basuhlah genangan air di hatiku yang lunta
agar hatiku tak lumat disambar radang waktu yang fana.

Raut cintaku. Parut rinduku.
Akan kau lihat, semuanya berisi ingatan teguh tentang kembang-mekar senyummu

(Hujan mengguyur danau dan lautan)
Aku telanjur mencintaimu melampaui batas kenyataan dan kenangan!


Medan, pada penghujung gerimis senja, 21 September 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com