"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Monday, September 3, 2012

Simfoni Kencan untuk Kekasih



Adalah degup kemudaan yang bersanding ingin di tubuh kekasih, aku siap merintang hidup ke mana peluh dan penat kelak bernaung merampingkan pedih.

Marilah kekasih, kita berboncengan menyerpih malam, menyepuh pernak-pernak embun yang mendinginkan kenangan.

Kita akan berkencan di antara keriap kunang-kunang, di bawah bencah cahaya dan sedekap bayang-bayang.

Indahnya berangkulan denganmu di altar angan, saat benih angin bersisiran dan cahaya bulan bersulaman di pendiangan awang-awang.

Aku gemar mengecupmu kala bening keningmu berkaca-kaca, betapa kau bergelut manja tiap kurayu lewat sesirat tembang dan sajak jingga.

Di sana kisah dan makna tegar berkerumun tak kenal gerun, pertanda jalan masih setia dan santun dalam lindungan tahun.

Telah kita singkap sepi, kita pukau kerlingan hati. Tiada yang melepuh dalam hasrat, tiada yang kunjung tamat di rembang hakikat.

Biarkan, hingga orang-orang jenuh menyabari alam, dan kita tetap teguh digandrungi diam-diam.

Memandangmu adalah kemujuran yang jumawa bagai berkah tuangan surga. Aku kerap takjub dirindangi rindu yang bersisipan dengan cinta.

Pejamkanlah lesung matamu, kekasih, maka kau akan kulingkari kalung dan terik cincin, lintang gelang dan buah anting.

Kecantikanmu kini tak terpadankan kata-kata, keabadianmu tak terbesut kerapuhan waktu dan kelugasan usia.

Takdir kita beruntaian di jemari angin-angin, kita saling merestui karena jiwa kita telah saling pilin.

Sebab cinta kita tulus meratakan keluh-kesah. Kita kerap belajar dari sandi-petuah luka, hingga kita matang menjelma bakat kasih yang sempurna.


Medan, 03 September 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com