"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Friday, October 26, 2012

Pada Sunyi yang Beranjak



Seperti apakah sunyi yang berkaca pada kalbu yang kelabu?
Seperti serpihan batin yang terbaca sebagai gurat-gurat buntu

Sunyi: adakah seperti suara yang jera pada keramaian luka?

Aku telah matang mencentang cinta di hati kekasih
jauh dari ketenaran dusta dan dalih yang mencipta rasa sedih

Aku rela berikhtiar di antara getar dan getir
seiring raut senja beranjak memar dan sunyi benar-benar mangkir

Biarlah waktu dan kecupan detik
pelan-pelan membiasakan cinta siaga pada yang pelik

Kelak aku bersatu denganmu
selebihnya tinggal suam-suam sendu
tahu-tahu berlalu
Betapa yang sementara, sungguh tak perlu ada dalam ragu


Medan, 26 Oktober 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com