"dengan kata-kata aku merangkum ragu, dengan puisi-puisi aku merancu dalam rindu." — David Tandri

Saturday, November 10, 2012

Sajak Miris



Sebab air mata adalah setetes larutan kesedihan...

Siapa berkenan memeluk lelaki yang terluka
yang gagal tabah oleh serangkaian jerih payah jiwa?

Malam yang tawar, merona langit dalam wujud nanar.
Untuk apa luka berkelakar, jika sesayup pun urung kau dengar?

Maka tangis adalah reruntuhan akhir dari kesedihan
tepat ketika kau mangkir, dan aku tinggal kenangan.


Medan, 10 November 2012

TENTANG PENULIS >>>

DAVID TANDRI

Penulis muda dan blogger aktif kelahiran Medan, 01 Maret 1988. Menulis puisi dan prosa di berbagai media massa cetak dan online. Pernah memenangkan beberapa penghargaan menulis, baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa puisinya terangkum dalam antologi "Menguak Tabir" (2012). Membaca dan fotografi adalah dua kegiatan yang dinikmatinya di sela-sela kesibukannya dalam berkarier. Kini berdomisili di Medan, Sumatera Utara.

Facebook: David Tandri

Twitter: @davidtandri

Website: www.davidtandri.com